Friday, January 20, 2012

Karapan Sapi




Karapan Sapi merupakan kebudayaan khas dari Madura, Karapan Sapi bukan hanya perlombaan semata, tetapi saat ini karapan sapi sudah menjadi kebanggan dari orang madura, Sejarah Karapan Sapi tidak ada yang tahu secara jelasnya, budaya ini dilahirkan secara turun menurun yang katanya dipopulerkan oleh sebuah tokoh yang berasal dari pulau kecil disebelah timur pulau madura, yakni pulau Sapudi, Karapan Sapi dimana cerita asal mulanya adalah rajinnya orang madura pergi kesawah untuk membajak sawahnya, Hewan yang digunakan sebagai alat untuk mempermudah petani dalam menggarap sawahnya adalah Sapi, karena rajinnya petani madura menggarap sawahnya hingga tanah tanah pun menjadi subur, karena penggunaan sapi yang mulai menjamur dikalangan petani, sehingga ada sekelompok kalangan petani mengadakan lomba adu balapan sapi, ternyata hal ini mulai berdampak positif bagi  kegiatan masyarakat, dari waktu kewaktu semakin ada perkembangan terhadap ada balapan sapi tersebut sehinngga diadakan lomba adu balapan sapi yang diberi nama Karapan Sapi, Hal ini tentu tidak lepas dari latar belakang penduduk pulau Sapudi yaitu Petani, Karena Banyaknya peserta yang berantisapasi mengikuti perlombaan adu sapi tersebut dan hingga akhirnya sampailah ditanah pulau Madura yang juga mengalami perkembangan yang sangat pesat akan adanya perlombaan adu sapi yang diberi nama Karapan Sapi tersebut. 

Karena banyaknya peserta yang ikut, sehingga tak heran di waktu sekarang pemenang lomba Karapan Sapi bisa membawa Mobil Sebagai juara I, Sapi yang juara pun akan dibandrol dengan harga yang sangat fantastis, yakni sekitar Rp 300 juta Rupiah, selain untuk menjadi ajang perlombaan, Karapan Sapi merupakan lomba adu gengsi dikalangan orang kaya madura. dimana orang kaya dimadura yang berlatar belakang desa akan lebih disegani apabila mempunyai sapi yang hebat untuk dilombakan dalam Karapan Sapi. Bagi orang Madura tiada pesta rakyat yang lebih mewah selain Karapan Sapi. 

Komponen Karapan Sapi Sendiri dalam perlombaannya menggunakan 2 sapi dan satu manusia sebagai joki, dua sapi tersebut di ikat kemudian diantara sapi dibuat tempat untuk sang Joki yang dinamakan Kaleles. Sapi yang dikerap haruslah Sapi yang mempunyai tubuh yang kekar dan fit, Selain itu Sapi harus dilatih secara berkala untuk menambah stamina dari sapi tersebut, sehingga dalam perlombaan tak heran jika para pemilik sapi banyak yang memberi jamu terhadap sapi sapinya, ini dimaksud agar sapi yang diikutsertakan mampu berlari secepat mungkin, sehingga diharapkan mendapat posisi utama, selain hal menarik diatas, ada hal lain yang juga tak kalah menarik, yaitu dimana sapi yang kalah dalam loma Karapan Sapi banyak yang berakhir di rumah potong hewan, tentu hal ini sangat tak sebanding dengan banyaknya biaya yang dikeluarkan oleh sang pemilik untuk membiayai sapi tersebut agar menang dalam perlombaan, berbeda dengan sapi sang juara yang akan dibandrol dengan harga selangit yang biasanya dijual dengan cara dilelang seusai perlombaan. Pemenang perlombaan biasanya akan mengadakan pesta besar besaran, hal ini untuk menjaga gengsi mereka didepan pendukung setia mereka. tak jarang pesta yang diadakan dalam memperingat kemengan perlombaan berlangsung beberapa hari, biasanya selama  3 hari, sehingga sang pemenang karapan sapi tak heran apabila mengeluarkan uang yang sama besarnya dengan jumlah yang uang yang dimenangkan, karena pesta yang dibuat juga harus semeriah mungkin, didaerah kabupaten Bangkalan perlombaan Karapan Sapi tersebut biasanya diadakan sekitar satu tahun sekali, berbeda dengan dikabupaten Pamekasan, dimana perlombaan Karapan sapi bisa diadakan lebih dari sekali dalam setahun, hal ini dikarenakan pamekasan sebagai kota kresidenan atau pusatnya madura.

Sehari sebelum perlombaan, biasanya sapi beserta pemilik dan kerabat kerabatnya menginap ditenda dekat lapangan yang akan diperlombakan keesokan harinya. Setiap rombongan pasti akan memeriahkan dengna membawa alat musik yang dimainkan diatas mobil sambil mengarak sapi yang dinamakan dengan Sronen, hal ini bertujuan untuk menarik simpati masyarakat untuk melihat dan mendukung mereka dalam perlombaan tersebut. Tak hanya berdampak bagi peserta lomba, adanya lomba Karapan Sapi juga berdampak positif bagi para pedagang yang menjual dagangan mereka didekat area perlombaan, karena hal inilah masyarakat madura menanggapi dengan rasa penuh positif dengan adanya perlombaan Karapan Sapi, selain untuk perlombaan, Lomba Karapan Sapi juga sebagai sarana hiburan budaya orang madura, tak heran banyak wisatawan Lokal/ Domesitk dan Wisatawan Internasional untuk berpartisipasi melihat lomba Karapan Sapi, baik sekedar melihat ada pula yang mengabadikannya dalam bentuk Foto. Semoga dengan semakin berkembangnya jaman, karapan sapi masih bisa bertahan sebagai budaya kebanggan orang madura, Karapan Sapi saat ini menjadi Simbol budaya dari Jawa Timur. Belakangan perlombaan Karapan Sapi mulai diadopsi dibeberapa daerah, contohnaya di Ponorogo, Dikota itulah perlombaan karapan sapi asal madura pernah diadakan, tentu hal ini akan berdampak positif bagi perkembangan budaya karapan sapi tersebut. Selain Ponorogo kota yang pernah mengadakan perlombaan karapan sapi berikutnya adalah Banyuangi, permbedaan perlombaan dikota tersebut dengan dipulau madura adalah antusiasme masyarakat jauh lebih besar dipulau madura, sehingga tak seramai apabila diadakan dimadura. hal ini tentu akan sangat berpengaruh dengan kebudayaan tersebut

Karapan Sapi ... Budaya Asli madura yang harus dilestarikan sebagai budaya kebanggan bangsa Indonesia, bukan hanya kebanggaan Orang madura saja, melainkan semua tokoh masyarakat se Indonesia harus bangga dengan Karapan Sapi. dan berharap suatu saat Karapan Sapi menjadi Icon Budaya yang membanggakan dari bangsa Indonesia
Semoga apa yang saya sampaikan dapat dicerna dan ditelaah dengan baik, karapan sapi merupakan budaya yang harus dilestarikan keberadaannya.

Karapan Sapi ... Karapan Sapi .. Karapan Sapi